Beberapa hari yang lalu, warganet dihebohkan dengan kemunculan awan yang “menutupi” semburat cahaya seperti pelangi. Tagar #cloudiridescence di Instagram mulai diramaikan dengan video singkat terkait fenomena tersebut yang muncul di langit Bogor dan sekitarnya.
Lantas, apa itu cloud iridescence atau awan pelagi?
Cloud iridescence adalah fenomena optik atmosfer yang membuat awan tampak berwarna-warni seperti pelangi. Warna yang muncul biasanya lembut, seperti merah muda, hijau, biru, hingga ungu, dan sering terlihat di sekitar tepi awan tipis. Fenomena ini juga sering disebut sebagai awan iridescent, karena efek warnanya yang berubah-ubah ketika dilihat dari sudut tertentu.
Banyak orang yang pertama kali melihatnya mungkin mengira itu pelangi biasa, padahal sebenarnya berbeda. Cloud iridescence tidak selalu berbentuk lengkungan seperti pelangi, melainkan menyebar di sekitar awan dengan pola yang lebih bebas dan artistik.
Apa Itu Cloud Iridescence?
Secara sederhana, cloud iridescence adalah efek warna-warni yang terjadi akibat pembiasan dan difraksi cahaya matahari oleh partikel kecil di dalam awan. Partikel ini bisa berupa tetesan air atau kristal es yang sangat kecil dan seragam ukurannya.
Ketika cahaya matahari melewati awan tersebut, cahaya akan terpecah menjadi berbagai warna. Proses ini mirip dengan bagaimana prisma memecah cahaya putih menjadi spektrum warna. Namun, pada awan iridescent, hasilnya lebih lembut dan tidak sejelas pelangi.
Bagaimana Proses Terjadinya Awan Pelangi

Fenomena ini terjadi karena proses yang disebut difraksi cahaya. Berikut penjelasan singkatnya:
- Cahaya matahari masuk ke awan tipis
- Awan mengandung partikel kecil dengan ukuran hampir sama
- Cahaya mengalami pembelokan (difraksi)
- Warna-warna terpisah dan terlihat di permukaan awan
Semakin kecil dan seragam ukuran partikel dalam awan, semakin jelas warna iridescent yang dihasilkan. Itulah sebabnya fenomena ini biasanya muncul pada awan tipis seperti awan altocumulus atau cirrocumulus.
Ciri-Ciri Cloud Iridescence
Agar kamu bisa mengenali fenomena ini dengan mudah, berikut beberapa cirinya:
- Warna lembut seperti pastel (tidak seterang pelangi)
- Biasanya muncul di dekat matahari
- Terlihat pada awan tipis
- Tidak membentuk lengkungan sempurna
- Warna berubah-ubah tergantung sudut pandang
Karena berada dekat dengan matahari, kamu perlu berhati-hati saat mengamatinya. Jangan melihat langsung ke arah matahari tanpa perlindungan mata.
Perbedaan Awan Iridescence dengan Pelangi
Meski sama-sama berwarna-warni, cloud iridescence berbeda dengan pelangi. Berikut perbedaannya:
Cloud Iridescence:
- Terjadi karena difraksi cahaya
- Warna lembut dan acak
- Tidak berbentuk lengkungan
- Muncul di awan tipis
Pelangi:
- Terjadi karena pembiasan dan refleksi
- Warna lebih terang dan jelas
- Berbentuk setengah lingkaran
- Muncul setelah hujan
Dengan memahami perbedaan ini, kamu tidak akan lagi salah mengira fenomena awan iridescent sebagai pelangi.
Kapan Cloud Iridescence Bisa Dilihat?
Cloud iridescence biasanya muncul pada waktu tertentu, yaitu:
- Pagi hari setelah matahari terbit
- Sore hari menjelang matahari terbenam
- Saat langit memiliki awan tipis
Kondisi cuaca juga berpengaruh. Langit yang cerah dengan sedikit awan tipis menjadi kondisi terbaik untuk melihat fenomena ini.
Apakah Fenomena Ini Berbahaya?
Cloud iridescence adalah fenomena alam yang sepenuhnya aman. Tidak ada dampak berbahaya bagi manusia maupun lingkungan. Namun, yang perlu kamu perhatikan adalah posisi matahari saat mengamatinya.
Melihat langsung ke arah matahari tanpa pelindung bisa merusak mata. Jadi, jika kamu ingin mengamati awan iridescent, sebaiknya gunakan kacamata hitam atau lindungi mata dengan cara lain.
Keindahan yang Sering Tidak Disadari
Banyak orang sebenarnya pernah melihat cloud iridescence, tetapi tidak menyadarinya. Karena warnanya tidak terlalu mencolok seperti pelangi, fenomena ini sering terlewatkan.
Padahal, jika diperhatikan dengan baik, awan iridescent memiliki keindahan yang unik dan menenangkan. Warna-warnanya yang lembut memberikan kesan magis di langit.
Fenomena ini juga sering menjadi objek favorit para fotografer karena tampilannya yang artistik dan jarang terjadi dalam kondisi sempurna.
Kesimpulan
Cloud iridescence adalah fenomena alam berupa awan berwarna-warni yang terjadi akibat difraksi cahaya matahari oleh partikel kecil di atmosfer. Awan iridescent menampilkan warna lembut yang berbeda dari pelangi, dan biasanya muncul di awan tipis dekat matahari.
Fenomena ini tidak berbahaya dan justru menjadi salah satu keindahan alam yang menarik untuk diamati. Dengan mengetahui ciri-ciri dan waktu kemunculannya, kamu bisa lebih mudah mengenali dan menikmati keindahan cloud iridescence di langit.
Jadi, lain kali saat kamu melihat awan dengan warna unik di langit, jangan buru-buru mengabaikannya. Bisa jadi itu adalah fenomena iridescent yang jarang dan memukau.
