Akhir-akhir ini, apakah kamu sering terngiang lagu “Sikilku Iso Muni”? Lagu yang ditampilkan dengan epik yang menghangatkan hati ini merupakan scene ikonik dari film Na Willa.
Film na willa menjadi salah satu karya sinema Indonesia yang paling dinantikan pada tahun 2026. Mengusung genre drama keluarga musikal, film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 18 Maret 2026.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, proyek ini menjadi debut live-action sang sineas yang sebelumnya dikenal lewat karya animasi.
Diadaptasi dari novel populer karya Reda Gaudiamo berjudul Na Willa: Serial Catatan Kemarin yang terbit pada 2012, film ini membawa cerita sederhana namun menyentuh tentang masa kecil, keluarga, dan keberagaman budaya di Indonesia.
Cerita Sederhana yang Sarat Makna

© Youtube CINEMA 21
Na willa mengambil latar sebuah gang kecil di pinggiran Surabaya pada dekade 1960-an. Melalui sudut pandang seorang anak perempuan berusia enam tahun bernama Na Willa, penonton diajak menyelami kehidupan sehari-hari yang penuh kehangatan sekaligus pelajaran hidup.
Tokoh utama diperankan oleh Luisa Adreena, yang menghadirkan karakter Na Willa dengan kepolosan dan rasa ingin tahu khas anak-anak. Dari mata Na Willa, kamu bisa melihat bagaimana dunia terasa luas, unik, dan penuh kejutan.
Kehidupan keluarga Na Willa juga menjadi sorotan utama. Ia tumbuh dalam keluarga multikultural—ibunya berasal dari Nusa Tenggara Timur, sementara ayahnya memiliki keturunan Tionghoa. Kombinasi latar belakang ini menghadirkan dinamika yang menarik sekaligus menggambarkan keberagaman Indonesia sejak dulu.
Melalui interaksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, cerita na willa tidak hanya menampilkan keseharian, tetapi juga mengangkat tema penting seperti toleransi, perubahan zaman, dan proses tumbuh kembang seorang anak.
Deretan Pemeran yang Kuat
Selain Luisa Adreena, film ini juga diperkuat oleh banyak aktor dan aktris ternama Indonesia. Peran ibu Na Willa, Mak Marie, dimainkan oleh Irma Rihi, sementara sosok ayahnya, Pak Paul, diperankan oleh Junior Liem.
Beberapa nama lain yang turut meramaikan film ini antara lain Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Ira Wibowo, Melissa Karim, hingga Putri Ayudya.
Kehadiran banyak karakter pendukung membuat dunia Na Willa terasa hidup. Setiap tokoh membawa warna tersendiri, mulai dari tetangga, teman bermain, hingga figur orang dewasa yang berperan dalam kehidupan sehari-harinya.
Produksi yang Menjaga Keaslian Cerita
Proyek na willa pertama kali diumumkan oleh Visinema Studios pada November 2025. Film ini dirancang sebagai adaptasi dari buku pertama trilogi Na Willa, dengan pendekatan yang tetap setia pada sumber aslinya.
Ryan Adriandhy tidak hanya duduk di kursi sutradara, tetapi juga terlibat langsung dalam penulisan naskah. Ia memilih format live-action agar nuansa nostalgia Surabaya tahun 1960-an bisa terasa lebih nyata dan emosional.
Produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari memastikan bahwa elemen penting dari novel tetap dipertahankan, termasuk latar belakang etnis para karakter. Hal ini dilakukan untuk menjaga kejujuran cerita sekaligus memperkuat representasi keberagaman budaya.
Visual Nostalgia yang Hangat
Proses pengambilan gambar dimulai pada pekan kedua November 2025. Tim produksi merancang visual film dengan detail tinggi untuk menghadirkan suasana Indonesia tempo dulu.
Lingkungan gang, rumah sederhana, hingga interaksi antarwarga ditampilkan dengan pendekatan hangat dan realistis. Nuansa ini menjadi salah satu kekuatan utama na willa, karena mampu membawa kamu seolah kembali ke masa lalu.
Sentuhan musikal dalam film ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Lagu-lagu yang disisipkan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memperkuat emosi dan alur cerita.
Strategi Rilis dan Antusiasme Penonton
Menjelang penayangannya, promosi film na willa dilakukan secara bertahap. Teaser trailer pertama berdurasi 91 detik dirilis pada 29 Desember 2025 melalui kanal YouTube resmi Visinema. Cuplikan ini langsung menarik perhatian karena menampilkan visual hangat dan cerita yang relatable.
Poster teaser kemudian menyusul pada Januari 2026, sebelum akhirnya trailer resmi diluncurkan pada Februari. Setiap materi promosi memperlihatkan keseriusan tim produksi dalam membangun ekspektasi penonton.
Dengan pendekatan cerita yang sederhana namun menyentuh, serta kekuatan visual dan akting para pemain, na willa diprediksi menjadi salah satu film keluarga yang berkesan di tahun 2026.
Film Keluarga yang Layak Ditonton
Di tengah banyaknya film modern dengan efek visual megah, na willa hadir dengan pendekatan berbeda. Film ini mengandalkan kekuatan cerita, karakter, dan emosi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kamu tidak hanya akan menikmati kisah masa kecil Na Willa, tetapi juga diajak merenungkan makna keluarga, keberagaman, dan perubahan zaman. Itulah yang membuat na willa terasa relevan untuk semua generasi. Jika kamu mencari tontonan hangat yang penuh nilai kehidupan, film ini layak masuk daftar wajib yang kamu harus tonton di bioskop.
Sampai berjumpa dengan Geng Krembangan!
