Dalam perjalanan panjang PSCS Cilacap, tidak semua pertandingan menghasilkan kemenangan. Salah satu cerita yang menarik untuk dikenang terjadi pada 2008, ketika Laskar Nusakambangan harus mengakui keunggulan Persikaba Blora dengan skor 0-1 di Stadion Kridosono. Meski kalah dalam laga terakhir Grup E Kompetisi Divisi II PSSI, PSCS tetap mengamankan satu tiket menuju putaran ketiga.
Pertandingan yang berlangsung pada 11 Agustus 2008 itu menjadi penentu bagi kedua kesebelasan. Persikaba membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang mereka, sementara PSCS datang dengan modal hasil positif dari dua pertandingan sebelumnya. Laskar Nusakambangan sebelumnya mengalahkan Persikas Semarang 3-0 dan bermain imbang 2-2 melawan Persepam Pamekasan.
Penalti Membuka Keunggulan Persikaba
Pertandingan di Stadion Kridosono berlangsung dalam tekanan ribuan suporter tuan rumah. Persikaba memanfaatkan dukungan tersebut dan membuka skor pada menit ke-13. Wasit Murdono menunjuk titik penalti setelah pemain PSCS menjatuhkan Eko Sukariyanto di dalam kotak terlarang. Kapten Persikaba, Agus Sujono Robert, maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan penjaga gawang PSCS.
Gol tersebut langsung menggemparkan tribun Stadion Kridosono. Para pendukung Persikaba menyambut keunggulan 1-0 itu dengan penuh semangat. Di sisi lain, pemain PSCS harus mulai berhitung agar tidak kembali kebobolan. Satu gol tambahan dari Persikaba bisa membuat perjuangan Laskar Nusakambangan semakin berat. Kunjungi juga
PSCS kemudian memperkuat lini pertahanan. Para pemain tidak ingin mengambil risiko besar dan berusaha menjaga selisih satu gol. Mereka juga tahu bahwa hasil 0-1 masih cukup untuk membawa tim melaju ke putaran ketiga.
PSCS Bermain Lebih Hati-Hati
Setelah mencetak gol, Persikaba mulai mengurangi tekanan. PSCS juga memilih permainan yang lebih hati-hati. Bola lebih sering bergerak di sektor tengah lapangan, sedangkan kedua tim hanya sesekali melancarkan serangan melalui skema serangan balik.
Pelatih PSCS, Agus Riyanto, mencoba mengubah situasi dengan meminta anak asuhnya memancing para pemain Persikaba maju. Ia berharap strategi tersebut membuka ruang di lini belakang tuan rumah sehingga PSCS bisa mencuri gol melalui serangan balik.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Persikaba tetap menjaga keunggulan, sedangkan PSCS belum menemukan celah untuk mencetak gol penyeimbang. Menit demi menit terus berjalan dan skor tetap 1-0.
Suasana pertandingan semakin menegangkan ketika waktu memasuki menit-menit akhir. PSCS harus mempertahankan pertahanan sekaligus memastikan Persikaba tidak mencetak gol kedua. Sebuah gol tambahan dari tuan rumah bisa mengubah perhitungan klasemen dan membuat perjuangan Laskar Nusakambangan berada dalam bahaya.
Kalah 0-1, PSCS Tetap Melaju
Wasit akhirnya meniup peluit panjang dan mengakhiri pertandingan dengan skor 1-0 untuk Persikaba. PSCS harus menerima kekalahan, tetapi hasil tersebut tidak menghentikan perjalanan mereka.
Laskar Nusakambangan mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan. PSCS mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Catatan itu cukup untuk menempatkan mereka di posisi kedua klasemen Grup E dan membawa mereka bersama Persikaba menuju putaran ketiga.
Persikaba mengakhiri grup sebagai pemuncak dengan enam poin. Persepam Pamekasan juga mengoleksi empat poin, tetapi berada di posisi ketiga. Sementara itu, Persikas Semarang menempati posisi keempat dengan tiga poin. Kunjungi juga
Hasil tersebut membuat PSCS tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjuangan. Mereka memang gagal membawa pulang kemenangan dari Blora, tetapi berhasil menjaga target utama dengan mengamankan tiket ke putaran berikutnya.
Pelatih Agus Riyanto pun menilai timnya setidaknya berhasil membawa satu hal penting pulang ke Cilacap, yakni kesempatan untuk terus bersaing di putaran ketiga.
Persikaba Rayakan Kemenangan
Kemenangan atas PSCS membuat suasana di kubu Persikaba berubah menjadi pesta. Ribuan suporter Blora merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka setelah pertandingan berakhir. Beberapa pemain Persikaba bahkan langsung bersujud syukur di lapangan.
Bagi Persikaba, kemenangan itu mengantarkan mereka sebagai juara Grup E. Bagi PSCS, pertandingan tersebut menghadirkan cerita berbeda. Laskar Nusakambangan memang meninggalkan Blora tanpa kemenangan, tetapi mereka tetap membawa tiket untuk melanjutkan perjalanan.
Salah Satu Cerita PSCS pada 2008
Kini, ketika perjalanan sejarah PSCS Cilacap kembali dikenang, pertandingan di Stadion Kridosono menjadi salah satu cerita menarik dari perjalanan klub. Laga tersebut menunjukkan bahwa perjalanan sebuah tim tidak hanya terdiri dari kemenangan, gol, dan pesta juara.
Ada pula pertandingan ketika sebuah tim harus bermain dengan penuh perhitungan. Ada saat ketika para pemain harus bertahan dalam tekanan dan menerima hasil yang kurang ideal demi menjaga tujuan yang lebih besar.
PSCS memang kalah 0-1 dari Persikaba pada 2008. Namun, kekalahan itu tidak mengakhiri perjalanan Laskar Nusakambangan. Mereka tetap melaju ke putaran ketiga dan melanjutkan perjuangan di kompetisi Divisi II PSSI.
Bagi masyarakat Cilacap, pertandingan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang PSCS sebelum klub mencatat berbagai pencapaian pada tahun-tahun berikutnya. Dari kompetisi Divisi II, Laskar Nusakambangan terus menapaki perjalanan hingga semakin dikenal di panggung sepak bola nasional.
Laga melawan Persikaba di Blora menjadi salah satu keping dari perjalanan itu.
PSCS memang kalah di papan skor, tetapi Laskar Nusakambangan tetap melanjutkan langkahnya pada Divisi II PSSI 2008.

