Tari Batik Kolosal Warnai Alun-alun Cilacap dalam Rangka Peringati Hari Batik Nasional Tahun 2025

Tari Batik Kolosal Warnai Alun-alun Cilacap dalam Rangka Peringati Hari Batik Nasional Tahun 2025 kawan online

Suasana Alun-alun Cilacap pada Kamis (2/10/2025) berubah menjadi lautan gerak penuh warna. Ratusan peserta berbaris rapi, menggerakkan tubuh dengan luwes, sambil mengibaskan selendang batik yang anggun. Inilah momen bersejarah saat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Dinas Pariwisata, Kebudayaan Kabupaten Cilacap, dan beberapa OPD lainnya menggelar Kolosal Tari Batik Cilacap dengan tema “Simponi Gerak dan Warna”.

Batik dalam Irama Tari

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober. Peserta berasal dari berbagai kalangan mulai dari perwaklian pelajar dari 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP), jajaran kepala OPD dan pegawai, unsur Forkopimda, TP PKK Kabupaten Cilacap, hingga para tamu undangan. Dengan mengenakan selendang batik karya pengrajin Rajasa Mas Maos, mereka menari bersama dalam satu harmoni.

Bacaan Lainnya

Selendang batik bukan sekadar aksesoris, melainkan wujud nyata dukungan terhadap UMKM lokal Cilacap. Setiap gerakan tari menjadi simbol bagaimana budaya, seni, dan ekonomi kreatif dapat saling menyatu dan menghidupkan satu sama lain.

Batik Sebagai Identitas dan Warisan

Foto Bersama Tari Batik Kolosal Warnai Alun-alun Cilacap dalam Rangka Peringati Hari Batik Nasional Tahun 2025 kawan online

Batik bukan hanya selembar kain. Ia adalah simbol karakter, identitas, sekaligus warisan budaya luhur bangsa. Melalui tari kolosal ini, Cilacap tidak sekadar menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga mempertemukan dua subsektor ekonomi kreatif yaitu seni tari dan kriya batik.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk terus melestarikan batik khas Cilacap sekaligus memperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Saat ini sudah ada 10 motif batik asal Cilacap yang diakui dan memiliki SK,” ujar Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

Baca Juga :  Hari Palang Merah Nasional 2025, Berikut Sejarah, Makna, dan Cara Kamu Bisa Berkontribusi

Lebih dari Sekadar Pertunjukan

Di balik keindahan panggung, tersimpan misi besar: menjadikan batik sebagai penggerak ekonomi kreatif Cilacap. Mas Syamsul menegaskan bahwa mencintai dan menggunakan produk Indonesia, termasuk batik, berarti menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat perekonomian bangsa.

“Kegiatan ini jangan hanya dilihat sebagai tontonan yang menghibur. Lebih dari itu, harus menjadi sarana edukasi, pelestarian, dan dorongan bagi majunya ekonomi kreatif di Kabupaten Cilacap,” tambahnya.

Harmoni Budaya dan Ekonomi

Acara Tari Batik Kolosal Cilacap menjadi bukti bahwa seni dan budaya mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan dukungan masyarakat, pelaku UMKM, dan pemerintah, batik Cilacap bukan hanya akan tetap hidup, tetapi juga semakin dikenal hingga ke tingkat nasional.

Lebih dari sekadar pertunjukan tari, kegiatan ini adalah sarana edukasi, melestarikan budaya, serta memajukan ekonomi kreatif di Kabupaten Cilacap.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *