CILACAP – Sebanyak 75 inovasi sosial dari Kabupaten Cilacap, wilayah eks Karesidenan Banyumas, dan Kabupaten Kebumen mendapat ruang untuk menunjukkan gagasan serta dampak yang mereka ciptakan melalui Wijayakusuma Awards 2026.
Setelah melewati tahapan seleksi dan presentasi, sejumlah inovasi ditetapkan sebagai penerima penghargaan, dengan Sirkular Berdaya RW 14 Sidanegara sebagai peraih terbaik pertama untuk kategori Kabupaten Cilacap.
Ajang yang digagas Pertamina Patra Niaga RU Cilacap ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai praktik baik yang berkembang di tengah masyarakat. Inovasi yang ditampilkan pun tidak selalu berkaitan dengan teknologi canggih.
Sebaliknya, banyak gagasan berangkat dari persoalan yang ditemui masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, kemudian dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai sosial, lingkungan, sekaligus ekonomi.
75 Inovasi Tampil dalam Wijayakusuma Awards 2026
Wijayakusuma Awards 2026 diikuti oleh puluhan inovator dengan latar belakang dan gagasan yang beragam. Sebanyak 75 inovasi mengikuti proses seleksi sebelum peserta terpilih melanjutkan ke tahap presentasi.
Tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menjelaskan konsep, proses pelaksanaan, hingga manfaat yang dihasilkan oleh program masing-masing.
Dari rangkaian penilaian tersebut kemudian ditetapkan penerima penghargaan untuk kategori Kabupaten Cilacap maupun kategori inovasi dari luar Cilacap.
Untuk kategori Kabupaten Cilacap, Sirkular Berdaya RW 14 Sidanegara berhasil menjadi penerima penghargaan terbaik pertama.
Posisi berikutnya ditempati Sahabat Batik Hijau dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (Unugha) dan Rumah Hasna atau Hargai Sisa Nasi Anda.
Sementara itu, kategori luar Cilacap menempatkan Smart Fisheries Village dari Panembangan, Banyumas, sebagai penerima terbaik pertama.
Ketika Persoalan Kampung Berubah Menjadi Inovasi
Salah satu hal menarik dari Wijayakusuma Awards 2026 adalah bagaimana inovasi masyarakat dapat berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sirkular Berdaya RW 14 Sidanegara menjadi salah satu contohnya.
Program tersebut tidak dibangun dari teknologi yang rumit. Berbagai potensi yang tersedia di lingkungan warga justru menjadi bahan utama untuk menciptakan sebuah sistem pemberdayaan.
Sampah rumah tangga, limbah organik, lahan pekarangan, kolam ikan, minyak jelantah, produk pangan, hingga kreativitas anak muda dipertemukan dalam rangkaian kegiatan yang saling berkaitan.
Konsep tersebut membuat persoalan yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri dapat diolah menjadi sebuah siklus yang memberikan manfaat lebih luas.
Sampah dapat menghasilkan energi. Limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan pakan. Pekarangan dapat digunakan untuk menghasilkan pangan. Sementara kegiatan masyarakat membuka peluang ekonomi baru.
Di tengah proses tersebut, generasi muda juga mendapatkan ruang untuk terlibat dan menghadirkan gagasan baru.
Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Membangun Kemandirian
Bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, keberadaan Wijayakusuma Awards tidak sebatas memberikan penghargaan kepada para inovator.
Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan praktik-praktik baik yang lahir dari masyarakat sekaligus memberikan ruang agar gagasan tersebut dapat dikenal lebih luas.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan.
Menurutnya, pemberdayaan perlu diarahkan untuk membangun kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki dan menjaga keberlanjutan program.
Pendekatan tersebut terlihat dalam perjalanan Sirkular Berdaya RW 14 Sidanegara. Program yang berkembang dari lingkungan warga itu menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi pelaku utama dalam menciptakan perubahan.
Kampung Bisa Menjadi Ruang Lahirnya Inovasi
Selama ini, istilah inovasi sering dikaitkan dengan teknologi, perangkat digital, atau penemuan baru. Namun, Wijayakusuma Awards 2026 memperlihatkan sisi lain dari inovasi.
Gagasan baru dapat muncul dari lingkungan tempat masyarakat tinggal.
Sebuah kampung dapat menjadi ruang untuk menguji ide, mengolah sumber daya, membangun kerja sama, dan menciptakan solusi atas persoalan yang dihadapi bersama.
Sirkular Berdaya RW 14 Sidanegara menunjukkan proses tersebut. Apa yang awalnya terlihat sebagai persoalan lingkungan dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan produktif yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
Konsep semacam ini juga membuka peluang agar program pemberdayaan tidak berhenti ketika sebuah kegiatan selesai dilaksanakan. Dengan melibatkan warga dan generasi muda, keberlanjutan dapat dibangun dari dalam komunitas itu sendiri.
Pemkab Cilacap Dorong Wijayakusuma Awards Digelar Rutin
Dukungan terhadap penyelenggaraan Wijayakusuma Awards juga datang dari Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, melalui Asisten II Sekda Cilacap, Ferry Adhi Dharma, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam menghadirkan ajang tersebut.
Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap Wijayakusuma Awards dapat diselenggarakan secara rutin sehingga semakin banyak inovator mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan karya dan mengembangkan gagasan mereka.
Keberlanjutan ajang tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi berbagai inovasi masyarakat untuk memberikan dampak positif yang lebih luas.
Penghargaan Menjadi Awal Kolaborasi Baru
Penghargaan dalam Wijayakusuma Awards 2026 bukan sekadar bentuk apresiasi atas inovasi yang telah berjalan.
Di balik penghargaan tersebut terdapat peluang untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, serta mengembangkan program agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Perjalanan Sirkular Berdaya RW 14 Sidanegara menjadi gambaran bahwa inovasi dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.
Berawal dari sampah dapat muncul energi. Dari limbah dapat tercipta produk yang bermanfaat. Lahan kosong dapat tumbuh sumber pangan. Dari kegiatan warga dapat terbuka peluang ekonomi.
Pada akhirnya, Wijayakusuma Awards 2026 bukan hanya tentang siapa yang menerima penghargaan. Lebih jauh, ajang ini memperlihatkan bagaimana gagasan sederhana dapat berkembang ketika masyarakat memiliki ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berinovasi.
Semangat tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa inovasi sosial tidak berhenti pada panggung penghargaan, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan yang memperkuat kemandirian dan keberlanjutan masyarakat.
